Fuzzy
Tsukamoto
Quartile-Based Time Series
Kelompok 3
Prediksi Kinerja Staff berbasis Time Series & Quartile Adaptif
Quartile-Based Time Series
Kelompok 3
Fuzzy Tsukamoto adalah metode inferensi fuzzy yang menggunakan monotone membership functions pada setiap rule-nya. Berbeda dengan Mamdani, setiap rule pada Tsukamoto langsung menghasilkan nilai crisp (z), lalu seluruh output dirata-rata secara terbobot.
Sistem membutuhkan minimal 4 periode data historis per staff. Setiap periode memiliki 4 variabel:
| Variabel | Tipe | Keterangan |
|---|---|---|
| Jumlah Tugas | Benefit | Semakin banyak tugas selesai = semakin baik |
| Rata-rata Waktu | Cost | Semakin cepat (nilai kecil) = semakin baik |
| Tugas Prioritas | Benefit | Semakin banyak tugas prioritas = lebih baik |
| Aktivitas | Benefit | Semakin aktif = semakin baik |
| Periode | Tugas | Waktu | Prior | Aktiv |
|---|---|---|---|---|
| P1 | 40 | 5.0 | 10 | 8 |
| P2 | 50 | 4.5 | 12 | 9 |
| P3 | 55 | 4.0 | 14 | 10 |
| P4 | 65 | 3.8 | 15 | 11 |
| … | … | … | … | … |
Kuartil dihitung dari semua data historis staff digabung (Global Quartile). Ini membuat batas fuzzy adaptif terhadap kondisi nyata.
Rumus Kuartil (Interpolasi Linear):
Bila posisi desimal: Q = Xn + d × (Xn+1 − Xn)
💡 Kenapa kuartil? Staff A punya range 40–95, Staff B punya 30–58. Dengan kuartil, "TINGGI" untuk Staff A ≥ 81.25 sedang untuk Staff B ≥ 50. Sistem adil karena disesuaikan kemampuan masing-masing.
Setiap nilai diubah menjadi derajat keanggotaan (μ) dalam 3 kategori menggunakan fungsi segitiga (triangular):
Tren menggambarkan arah perubahan data dari 3 periode terakhir dan digunakan sebagai dasar prediksi nilai berikutnya.
Ambil 3 data terakhir: [X₋₂, X₋₁, X₀]
Tren positif berarti rata-rata naik 5 tugas per periode, sehingga prediksi diberi momentum kenaikan.
💡 Tren dihitung per variabel, sehingga masing-masing dari Jumlah Tugas, Rata Waktu, Tugas Prioritas, dan Aktivitas mendapatkan nilai tren sendiri.
Mengubah nilai fuzzy kembali menjadi angka nyata (crisp) menggunakan 3 rule prediksi berbasis level keanggotaan:
⚡ 0.7 = konservatif, 1.0 = normal, 1.3 = optimis. Disesuaikan dengan level keanggotaan dominan staff.
Jika total μ sangat kecil (< 0.01), fallback berdasarkan posisi nilai dalam range Q1–Q3:
Nilai prediksi z* dibandingkan dengan kuartil global untuk menentukan kategori performa akhir:
Performa staff di bawah rata-rata
Performa staff rata-rata
Performa staff di atas rata-rata
4 variabel × 3 level = 81 kombinasi aturan IF-THEN. Setiap aturan memetakan kombinasi status ke output performa:
Berikut data historis 2 staff (P1–P9) yang digunakan sebagai input sistem:
| P | Tugas | Waktu | Prior | Aktiv |
|---|---|---|---|---|
| P1 | 40 | 5.0 | 10 | 8 |
| P2 | 50 | 4.5 | 12 | 9 |
| P3 | 55 | 4.0 | 14 | 10 |
| P4 | 65 | 3.8 | 15 | 11 |
| P9 | 90 | 3.2 | 20 | 16 |
| P | Tugas | Waktu | Prior | Aktiv |
|---|---|---|---|---|
| P1 | 30 | 6.0 | 8 | 7 |
| P2 | 35 | 5.5 | 9 | 8 |
| P3 | 37 | 5.2 | 10 | 9 |
| P4 | 39 | 5.0 | 11 | 10 |
| P9 | 55 | 4.5 | 16 | 15 |
* Baris disorot = periode terakhir yang dihitung
Semua data 2 staff (18 periode total) digabung untuk menghitung kuartil global:
| Variabel | Q1 | Q2 | Q3 | Range |
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Tugas | 37 | 52.5 | 72.5 | 30 – 90 |
| Rata Waktu | 3.7 | 4.75 | 5.4 | 3.2 – 6.0 |
| Tugas Prioritas | 10 | 13 | 16 | 8 – 20 |
| Aktivitas | 8.5 | 10.5 | 13 | 7 – 16 |
→ Staff A sangat TINGGI dalam Jumlah Tugas ✓
Setiap variabel diberi skor: TINGGI=2, SEDANG=1, RENDAH=0. Waktu bersifat Cost sehingga RENDAH=2 (cepat = bagus).
| # | Tugas | Waktu | Prior | Aktiv | Output |
|---|---|---|---|---|---|
| R1 | R | R | R | R | 🔴 RENDAH |
| R41 | S | S | S | S | 🟡 SEDANG |
| R81 | T | R | T | T | 🟢 TINGGI |
P1–P3 tidak dievaluasi (butuh 3 data sebelumnya untuk prediksi)
Bahasa
Framework
Database
IDE & Editor
Tools
Platform
Mahendra, G. S. (2024). Sistem pendukung keputusan: Metode fundamental & perkembangannya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Tsukamoto, Y. (1979). An approach to fuzzy-reasoning method. In M. Gupta, R. Ragade, & R. Yager (Eds.), Advances in Fuzzy Set Theory and Applications (pp. 137–149). North-Holland.
Zadeh, L. A. (1965). Fuzzy sets. Information and Control, 8(3), 338–353. https://doi.org/10.1016/S0019-9958(65)90241-X
Hyndman, R. J., & Athanasopoulos, G. (2021). Forecasting: Principles and Practice (3rd ed.). OTexts. https://otexts.com/fpp3/
Semoga bermanfaat
Kelompok 3
Profesor Shafa
Kiyotaka Bima
Abdi Pham
"Data tanpa analisis hanya angka — Fuzzy mengubahnya menjadi keputusan."